Seorang anak kelas 1 SD bertanya pada ayahnya : “Ayah sex itu apa?”
Si Ayah terperanjat kaget mendengar pertanyaan sang anak. Dia berfikir di jaman modern ini orang tua memang harus terbuka, dan informasi mengenai hal ini memang sudah diberikan kepada anaknya walaupun dia masih SD. Akhir si Ayah merasa sudah saatnya untuk menjelaskan kepada si anak mengenai sex.
Lalu si Ayah menjelaskan dengan sangat hati-hati, "Semuanya diawali dengan rasa sayang Ayah kepada ibu-mu, terus Ayah dan Ibu-mu menikah. Karena rasa sayang Ayah dan Ibu itu, maka terjadilah pembuahan sel telur yang disebut ovum yang ada pada ibu-mu oleh sel sperma yang ada pada ayah, kemudian ibu-mu hamil. Waktu itu kamu ada di dalam perut ibu, masih kecil sekali. Lama kelamaan kamu mulai tumbuh membesar sehingga perut ibu juga membesar. Setelah sembilan bulan kemudian baru kamu lahir. Sekarang kamu sudah menjadi sebesar ini dan sudah sekolah". Si Ayah menutup penjelasannya sambil tersenyum.
“Panjang sekali ayah … Mana cukup tempat buat isinya? Ayah saja yang isi yah … Aku bingung.” Jawab sang anak sambil memberikan buku tugas bahasa inggris kepada ayahnya.
Di sana tertera :
Name : _____________
School : ____________
Class : _____________
Sex : _______________
Jumat, 15 Maret 2013
Kenali Autisme Pada Bayi Anda Dengan Bermain Ciluk Ba
Bermain bersama anak tentu merupakan momen yang diidamkan setiap orang tua. Pulang kerja untuk melepas lelah atau mengajak buah hati Anda bermain selagi melakukan tugas di rumah akan sangat menyenangkan. Tetapi, mengajak anak bermain ternyata tidak hanya dapat menghibur Anda, hal ini juga dapat membantu untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki autisme.
Salah satu permainan yang sangat umum yaitu 'cilukba' ternyata sangat membantu Anda untuk mengenali tanda-tanda autisme. Umumnya autisme tidak terlihat melalui diagnosa sampai anak berumur 3 tahun. Tetapi, melalui permainan ini Anda dapat melihat respons yang ditunjukkan anak sejak umur 4-6 bulan.
Dikutip dari news.com, Kamis (14/3/2013), para ilmuwan Inggris melakukan penelitian pada bayi berumur 4-6 bulan yang memiliki riwayat autisme. Penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan respon otak pada mereka dibandingkan dengan bayi lain yang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
Seperti yang diberitakan pada journal Proceedings Of The Royal Society, bayi-bayi ini tidak menunjukkan respons yang khusus dan ini terlihat ketika melihat video dan mendengarkan suara tawa mereka.
Awalnya, bayi dikecohkan hingga bayi mendekati tanda merah spektroskopi untuk mengukur aktivitas otak. Setelah itu bayi diberi gambar truk dan mobil untuk membaca respons awal mereka. Kemudian mereka ditunjukkan video yang dirancang untuk mendapatkan respons di mana aktris di video menggerakkan mata ke kanan ke kiri, memberikan ekspresi emosi, dan bermain cilukba serta 'incy wincy spider'.
Pada langkah awal otak bayi yang berisiko tinggi dan tidak memiliki respons yang sama. Namun, ketika diberikan rangsangan visual dan pendengaran, bayi yang berisiko autisme menunjukkan respons yang berbeda dan turunnya respons isyarat.
CEO dari Autism Awareness Australia, Nicole Rogerson, mengatakan dengan lebih cepat mendapatkan diagnosa, lebih cepat pula penanganan intensif pada bayi dengan autisme dapat dimulai. "Semakin cepat kita mulai, semakin banyak gejala yang dapat kita hindari," katanya.
Autisme dapat dilihat melalui riwayat keluarga apakah ada yang pernah mengalami hal ini. Jika ada, maka kemungkinan untuk memiliki autisme akan lebih besar. Nah, luangkan waktu Anda untuk bermain bersama anak sebagai bagian dari deteksi dini autisme. Jika ada tanda gejala autisme Anda dapat segera berkonsultasi pada dokter. Selamat bermain.
Source:
http://m.detik.com/health/read/2013/03/15/150508/2195187/1300/kenali-tanda-autisme-pada-bayi-dengan-bermain-cilukba
Salah satu permainan yang sangat umum yaitu 'cilukba' ternyata sangat membantu Anda untuk mengenali tanda-tanda autisme. Umumnya autisme tidak terlihat melalui diagnosa sampai anak berumur 3 tahun. Tetapi, melalui permainan ini Anda dapat melihat respons yang ditunjukkan anak sejak umur 4-6 bulan.
Dikutip dari news.com, Kamis (14/3/2013), para ilmuwan Inggris melakukan penelitian pada bayi berumur 4-6 bulan yang memiliki riwayat autisme. Penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan respon otak pada mereka dibandingkan dengan bayi lain yang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
Seperti yang diberitakan pada journal Proceedings Of The Royal Society, bayi-bayi ini tidak menunjukkan respons yang khusus dan ini terlihat ketika melihat video dan mendengarkan suara tawa mereka.
Awalnya, bayi dikecohkan hingga bayi mendekati tanda merah spektroskopi untuk mengukur aktivitas otak. Setelah itu bayi diberi gambar truk dan mobil untuk membaca respons awal mereka. Kemudian mereka ditunjukkan video yang dirancang untuk mendapatkan respons di mana aktris di video menggerakkan mata ke kanan ke kiri, memberikan ekspresi emosi, dan bermain cilukba serta 'incy wincy spider'.
Pada langkah awal otak bayi yang berisiko tinggi dan tidak memiliki respons yang sama. Namun, ketika diberikan rangsangan visual dan pendengaran, bayi yang berisiko autisme menunjukkan respons yang berbeda dan turunnya respons isyarat.
CEO dari Autism Awareness Australia, Nicole Rogerson, mengatakan dengan lebih cepat mendapatkan diagnosa, lebih cepat pula penanganan intensif pada bayi dengan autisme dapat dimulai. "Semakin cepat kita mulai, semakin banyak gejala yang dapat kita hindari," katanya.
Autisme dapat dilihat melalui riwayat keluarga apakah ada yang pernah mengalami hal ini. Jika ada, maka kemungkinan untuk memiliki autisme akan lebih besar. Nah, luangkan waktu Anda untuk bermain bersama anak sebagai bagian dari deteksi dini autisme. Jika ada tanda gejala autisme Anda dapat segera berkonsultasi pada dokter. Selamat bermain.
Source:
http://m.detik.com/health/read/2013/03/15/150508/2195187/1300/kenali-tanda-autisme-pada-bayi-dengan-bermain-cilukba
Langganan:
Postingan (Atom)

